Thursday, August 7, 2014

Ternak Kambing Gibas Di Angon

Berbicara soal ternak maka ada satu hal dasar yang perlu kita ketahui. Bahwa secara natural setiap hewan adalah hidup liar di alam bebas. Seperti juga kambing gibas kambing jawa sapi ikan atau ternak yang lainnya. seiring perkembangan jaman maka manusia dengan akalnya me menjadikan potensi liar ini bisa dimanfaatkan agar mendapatkan kemanfaatkannya secara maksimal.

Ternak yang hidup di alam liar memiliki keunggulan, lebih sehat (dengan syarat jika di angon di tempat yang jauh dari polusi) dan lebih kuat serta memiliki daya tahan terhadap penyakit lebih baik, sebab alam bebas menjadikan bentuk fisik lebih sempurna. Bibit dari alam seperti ini lebih unggul.

Cara ternak di angon saat ini semakin berkurang, Terbatasnya lahan dan pakan yang tersedia di alam serta di temukannya metode baru dalam pengolahan pakan dan menjaga kesehatan ternak menjadikan metode ini mulai di tinggalkan peternak.

Lagipula lingkungan yang sudah mulai tercemar menjadikan ternak di angon lebih rawan penyakit karena makan sembarangan, selain itu kesibukan manusia yang semain bertambah metode angon di rasa lebih menyita waktu dan lama berkembang biak. Sebab metode ternak dengan dikandang ternak bisa jadi lebih cepat gemuk (motif ekonomi)

Pakan fermentasi dan metode ternak di kandangkan hadir bukan untuk mengesampingkan metode ternak di alam liar atau angon, kita harus akui di keduanya terdapat kelemahan dan keunggulan.

Ini tentang cara fikir kita sebagai manusia, Soal kesadaran kita. Membaca soal perkembangan dunia peternakan memang luar biasa kemajuannya yang telah dicapai, namun di sisi  yang lain terdapat sebuah paradok yang miris untuk di saksikan jika kita mau membuka pikiran kita.

HARUS DI AKUI hadirnya tekonologi yang sangat maju juga membawa bencana bagi manusia, semain banyak penyakit untuk ternak akibat polusi, penyakit untuk manusia, pengangguran yang masif dan pangan yang begitu mahal. Industrialisasi menjadikan manusia tergantikan oleh mesin, sehingga contohlah manusia yang bisa bekerja dengan angon berkebun bertani sekarang jadi menganggur karena kehilangan pekerjaan seoalh olah jika bekerja seperti itu hilang pula kemuliaan diri.

ini bukan soal kembali ke masa lampau tapi lebih ke cara berfikir agar kita sebagai manusia modern selayaknya memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar, menjaga kebersihan dan setiap aktifitas ternak atau tani tidak semata mata bermotif ekonomi saja namun membantu mewujudkan kelestarian alam dan kesejahteraan sesama manusia.




Monday, July 21, 2014

USAHA MAKSIMAL PETERNAKAN


Pembaca yang budiman mitra tani dan ternak, kadang kita pernah mendengar kalimat " yuk bikin usaha kecil kecilan". Saat ngobrol atau berdiskusi dengan teman kalimat tersebut sekilas renyah dan enak di dengar. Namun tahukah kita bahwa sebenarnya kalimat bikin usaha kecil-kecilan adalah kalimat yang tidak tepat. Kenapa demikian? sebab kita membuka usaha kecil atau besar itu sama saja, menggunakan jatah waktu yang sama dan tentu hasilnya akan berbeda. Lantas kenapa kita tidak menggunakan kalimat yang lebih tepat? yaitu buka usaha semaksimal kemampuan yang ada. Membuka usaha kecil kecilan akan membuat kita berfikir kecil dan sempit, Beda dengan sederhana, besar pun bisa di sederhanakan, berfikir besar akan membawa pengaruh besar.

Contoh:
Pak Dede punya sebidang lahan di samping rumah, rencananya pingin buat usaha kecil kecilan ternak ayam, nah karena niatnya usaha kecil kecilan, sebiidang tanah yang seharusnya bisa muat 500 ekor hanya terisi 100 ekor saja. Katanya sih daripada lahan nganggur, efeknya ayamnya pun kurang terawat dan asal kenyang asal hidup. (usaha kecil kecilan) pendapatan dari usaha kecil kecilan ya bisa dipastikan kecil.

Pak Abdi Punya sebidang tanah, Pingin nya sih pelihara ayam 500 ekor tapi muat hanya 100 ekor. Apa mau dikata akhirnya dibuatlah kandang cukup 100 ekor, namun Pak Abdi terus berfikir bagaimana bisa punya usaha peternakan ayam yang lebih besar? lalu dia ngobrol dengan tetangganya yang punya lahan untuk jadi investor tempat kandang ayam daripada lahan nganggur tidak dimanfaatkan. Akhirnya bisa dimanfaatkan dan sama sama menghasilkan.

Ada lagi kalimat tentang mencoba usaha ternak kambing atau mencoba usaha bidang pertanian jahe polybag atau sayuran polybag. Sekilas kata mencoba benar adanya namun itu juga kurang tepat. Kenapa? kita akan di coba dengan apa yang kita ucapkan dan kita usahakan, usaha kita akan penuh cobaan dan ujungnya biasanya kecewa terhadap apa yang kita coba. Sebab kita memang tidak serius, kan cuma coba coba. Nah akan lebih tepat jika kita menggunakan kata belajar. Belajar berternak atau belajar bertani, atau lebih tepat lagi kata serius beternak, serius bertani. Keduan kata belajar dan serius akan saling menguatkan, siapa yang belajar maka akan serius belajar mendapatkan ilmu maksimal dan siapa yang serius akan belajar terus sampai bisa.

Mengambil keputusan, berani memulai dan bertindak
adalah selalu lebih baik daripada berangan angan saja.

Dari sedikit uraian ringkas diatas maka kita bisa mendapatkan pengetahuan baru bahwa kata kata sangat berpengaruh terhadap tidakan sukses yang akan kita lakukan dimasa datang, selalu membuka pikiran terhadap ilmu pertanian dan peternakan yang baru agar lebih sukses. Aamiin