Monday, July 21, 2014

USAHA MAKSIMAL PETERNAKAN


Pembaca yang budiman mitra tani dan ternak, kadang kita pernah mendengar kalimat " yuk bikin usaha kecil kecilan". Saat ngobrol atau berdiskusi dengan teman kalimat tersebut sekilas renyah dan enak di dengar. Namun tahukah kita bahwa sebenarnya kalimat bikin usaha kecil-kecilan adalah kalimat yang tidak tepat. Kenapa demikian? sebab kita membuka usaha kecil atau besar itu sama saja, menggunakan jatah waktu yang sama dan tentu hasilnya akan berbeda. Lantas kenapa kita tidak menggunakan kalimat yang lebih tepat? yaitu buka usaha semaksimal kemampuan yang ada. Membuka usaha kecil kecilan akan membuat kita berfikir kecil dan sempit, Beda dengan sederhana, besar pun bisa di sederhanakan, berfikir besar akan membawa pengaruh besar.

Contoh:
Pak Dede punya sebidang lahan di samping rumah, rencananya pingin buat usaha kecil kecilan ternak ayam, nah karena niatnya usaha kecil kecilan, sebiidang tanah yang seharusnya bisa muat 500 ekor hanya terisi 100 ekor saja. Katanya sih daripada lahan nganggur, efeknya ayamnya pun kurang terawat dan asal kenyang asal hidup. (usaha kecil kecilan) pendapatan dari usaha kecil kecilan ya bisa dipastikan kecil.

Pak Abdi Punya sebidang tanah, Pingin nya sih pelihara ayam 500 ekor tapi muat hanya 100 ekor. Apa mau dikata akhirnya dibuatlah kandang cukup 100 ekor, namun Pak Abdi terus berfikir bagaimana bisa punya usaha peternakan ayam yang lebih besar? lalu dia ngobrol dengan tetangganya yang punya lahan untuk jadi investor tempat kandang ayam daripada lahan nganggur tidak dimanfaatkan. Akhirnya bisa dimanfaatkan dan sama sama menghasilkan.

Ada lagi kalimat tentang mencoba usaha ternak kambing atau mencoba usaha bidang pertanian jahe polybag atau sayuran polybag. Sekilas kata mencoba benar adanya namun itu juga kurang tepat. Kenapa? kita akan di coba dengan apa yang kita ucapkan dan kita usahakan, usaha kita akan penuh cobaan dan ujungnya biasanya kecewa terhadap apa yang kita coba. Sebab kita memang tidak serius, kan cuma coba coba. Nah akan lebih tepat jika kita menggunakan kata belajar. Belajar berternak atau belajar bertani, atau lebih tepat lagi kata serius beternak, serius bertani. Keduan kata belajar dan serius akan saling menguatkan, siapa yang belajar maka akan serius belajar mendapatkan ilmu maksimal dan siapa yang serius akan belajar terus sampai bisa.

Mengambil keputusan, berani memulai dan bertindak
adalah selalu lebih baik daripada berangan angan saja.

Dari sedikit uraian ringkas diatas maka kita bisa mendapatkan pengetahuan baru bahwa kata kata sangat berpengaruh terhadap tidakan sukses yang akan ki
ta lakukan dimasa datang, selalu membuka pikiran terhadap ilmu pertanian dan peternakan yang baru agar lebih sukses. Aamiin

Friday, July 11, 2014

Cara Pembuatan Pakan Fermentasi


Pada dasarnya setiap hewan ruminasia pasti mem-fermentasi apa yang dimakannya dalam rumen untuk kemudian diserap kembali oleh tubuh sebagai nutrisi. Proses alamiah ini tentu membutuhkan waktu berlebih sebab apa yang masuk dalam perut masih berupa makanan mentah.


Nah dari sini kita jadi tahu bahwa ternyata proses fermentasi rumen ternak bisa kita bantu dilakukan diluar saluran cerna, yaitu menyediakan pakan fermentasi jadi. itu atinya ketika pakan fermentasi sudah jadi dimakan oleh ternak maka proses di dalam lebih cepat dan lebih cepat pula nutrisi akan terserap. konsekuensinya ternak lebih cepat gemuk.

sebelumnya kita perlu tahu bahwa apa yang akan difermentasi adalah sama dengan apa yang dimakan oleh ternak tanpa fermentasi. yang sama adalah bahannya dan yang membedakan adalah komposisi kandungan yang bisa kita atur sesuai persen kecukupan gizi ternak.

tujuan fermentasi adalah untuk meng urai materi padat pada bahan makanan menjadi lebih sederhana sehingga bisa di cerna dengan lebih mudah, dengan demikian kita akan bisa menemukan banyak alternatif pakan dari yang sebelumnya tidak layak dikonsumsi ternak karena padat dan keras setelah difermentasi menjadi lunak dan layak untuk dikonsumsi bahkan memiliki kandungan gizi yang baik untuk ternak. Contoh, Janggel jagung memiliki kandungan karbohidrat dan serat yang cukup baik, namun karena keras maka perlu di fermentasi dahulu agar lunak, kemudian lagi pohon pisang dan jerami: pohon pisang memiliki kalium tinggi tapi sayang karena seratnya juga tinggi tidak semua hewan berselera tinggi memakannya, apalagi jerami yang sangat berserat. nah dari cohtoh tersebut kita menjadi tahu apa tujuan fermentasi.


bagaimana jika bahan yang dicontohkan tidak ada? nih inilah. yang perlu kita tahu paling pokok bukan contoh bahan fermentasi tapi kandungan bahan yang akan difermentasi. sebab tidak setiap daerah sama sumber bahan makanan yang dijadikan pakan. misal di Jawa banyak gedebog pisang di kalimantan banyak ilalang, di sungai banyak enceng gondok di gunung banyak sampah kakau. Tentu penerapan pembuatan pakan fermentasi akan sedikit berbeda satu tempat dengan tempat lainnya. Beda dari segi lama waktu dan hasil yang diperoleh. Kenapa demikian? sebab diantara bahan bahan tadi tidak sama kandungan dan kualitas nutrisnya. INI PENTING diketahui agar kita tidak menyalahkan ilmu fermentasi karena pengalaman selama ini ada yang bingung ada yang bilang kok hasilnya gak sesuai petunjuk dll.

Fermentasi pasti melibatkan mikroba, di alam ini ada banyak mikroba, dan mikroba yang digunanan fermentasi bisa diambil dari rumen ternak. Namun sekarang mikroba sudah ada yang dibiakkan dan dikemas dalam bentuk botol sehingga lebih praktis dan ekonomis. SOC Suplemen Organik Cair adalah mikroba yang digunakan untu mem fermentasi bahan pakan ternak.

bagaimana cara membuat pakan fermentasi? Nanti di ulas kembali atau monggo datang ke acara pelatihan fermentasi pakan ternak.